IMAN, AKHLAQ, ‘AMAL DAN IBADAH

IMAN, AKHLAQ, AMAL DAN IBADAH

Kita semua tentu menyadari bahwa umur kita selama ini dari hari kehari bukanlah malah bertambah, tetapi malah sebaliknya semakin berkurang, kurang dan terus berkurang hingga datangnya ajal. Ini berarti kesempatan kita untuk memperbanyak amal shaleh semakin habis, sedang perbuatan dosa semakin bertambah terus tanpa ada penyesalan.

Semestinya kita harus pandai memanfaatkan kesempatan sebelum kesempatan itu habis direnggut maut. Isilah kesempatan itu untuk beramal shaleh, jangan ada di antara kesempatan yang terbuang percuma, atau berlalu dengan sia-sia. Jangan suka menunda sesuatu yang berarti membuang-buang waktu.

Ingatlah firman Allah:

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. Al-a’raf : 34.

Mati adalah ketentuan yang pasti yang akan dialami setiap orang. Siapa saja tak akan mampu menghindari mati, sekalipun ia telah berusaha menghindarinya. Namun anehnya banyak umat manusia yang melalaikan mati, seolah-olah mati itu tidak bakal terjadi. Mereka tenggelam dalam kemewahan dunia semesta, tanpa memperdulikan kehidupan di akhirat yang abadi, sehingga mereka berbuat seenaknya sendiri dengan menuruti kehendak haw anafsunya. Mereka sudah tidak lagi mengisi kesempatannya dengan amal shaleh, tetapai justru sebaliknya kesempatan-kesempatan di warnai dengan berbagai kemaksiatan. Semestinya mereka harus menyadari, bahwa kematian itu pasti datang, dan kedatangannya tak seorang pun yang mengerti.bisa saja kematian itu menimpa seseorang yang masih mudah belia, bahkan sering terjadi seseorang yang diwaktu soreh masih kelihatan sehat tetapi di pagi harinya ia mati mendadak. Tegasnya kematian pasti datang, dan datangnya tak terduga-duga sebelumnya. Oleh karena itu marilah kita isi kesempatan kita dengan amal shaleh untuk mencari keridhaan Allah Swt.

Rasulullah Saw. Telah bersabda:

Artinya:

Jagalah lima perkara sebelum tertimpa lima keadaan, jagalah masa hidupmu sebelum datang masa kematianmu. Jagalah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Pergunakanlah masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.  Jagalah masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Jagalah masa kayamu sebelum datang masa miskinmu.

Dalam hadis ini Rasulullah secara tegas menganjurkan kepada kita agar benar-benar memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin dengan memperbanyak amal shaleh. Sebab jika kesempatan itu kita abaikan tentu hilang percuma.

Pertama

Mumpung masih hidup gunakanlah untuk giat beribadah jangan engkau tunda-tunda sehingga datang masa kematianmu. Sebab kematian itu menyebabkan putusnya amal.

– Kedua

Sewaktu badan masih sehat gunakan untuk memperbanyak amal shaleh, jangan engkau menunda-nunda menunggu datangnya sakit, yang menyebabkan orang susah beribadah.

– Ketiga

Masa luangmu, yaitu masa hidupmu di dunia adalah suatu kesempatan untuk mengumpulkan bekal yang engakau dapat petik buahnya dikelak hari kemudian. Kesempatan itu jangan di tunda-tundasehingga datang hari kiamat yang pada hari itu setiap orang sibuk memikirkan diri sendiri untuk menghadapi hisab (penelitian amal).

– Keempat

Sewaktu masih mudah berarti sewaktu masih dapat melangkah jauh untuk berbuat sesuatu, hendaknya diisi dengan amal shaleh, jangan ditunda-tunda sehingga datang masa tua yang membut seseorang menjadi loyoh/pikun.

– Kelima

Sewaktu masih kaya, hendaklah giat bersedeqah, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, berderma untuk kemashlahatan pendidikan, tempat-tempat ibadah dan lain sebagainya. Gunakanlah kesempatan itu sebaik mungkin mumpung belum datang kemiskinan yang dapat menghambat orang untuk giat bersedeqah dengan harta.

Sesungguhnya dunia ini adalah ladang tempat kita menanam amal, yang hasinya kita petik di akhirat nanti. Siapa yang berbuat baik di dunia, tentu akan memperoleh pahala dari sisi Allah, dan siapa yang berbuat jahat, maka Allah akan membalasnya dengan siksa. Sebagaimana firmannya:

Artinya:

Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. . al-Jastiah: 22.

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

Artinya:

Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (Allah berfirman): “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.” al-Jastiah:28-29.

Semoga dengan ayat-ayat ini, kita semua dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperbanyak amal shaleh, bartaubat kepada Allah, dan berzikir kepadanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: