Al-Mahabbah


Al-Mahabbah

Cinta Allah, Cinta Rasulullah, Cinta Sesama


Cinta Allah

Sungguh betapa sangat besar Cinta  Allah kepada kita, sungguh betapa sangat besar Kasih Sayang  Allah kepada kita, Sungguh betapa sangat besar anugerah Allah yang telah diberikan kepada kita, baik berupa kesehatan, berupa rizqi, dan anugerah-anugerah lainnya yang tidak mampu kita menghitungnya.

Itulah merupakan Kasih Sayang  Allah kepada kita, Itulah merupakan Cinta Allah kepada kita.

Nah, apakah tidak semestinya kita membalas semuanya itu, walau tidak seberapa nilainya Cinta kita kepada Allah, tapi paling tidak kita harus berupaya untuk selalu mencintai-Nya.

Melalui Dzikir (mengingat Allah) disegala waktu, membaca Al-Qur’an (kontak langsung dengan Allah), menjalankan shalat lima waktu dan shalat-shalat sunnat lainnya serta menjalankan segala perintah-Nya serta berupaya semaksimal mungkin untuk selalu menjauhi segala larangan-Nya.


Cinta Rasulullah

Begitu juga dengan Cinta Rasulullah kepada kita, sehingga pada detik detik terakhir kehidupan Rasulullah bukan keluarga, isteri isteri, dan anak-anaknya disebutnya melainkan umatnya yang disebutnya dengan kata ”Ummati, Ummati, Ummati” . Bahkan diakherat nanti satu-satunya Nabi pemberi syafaat bagi ummatnya, dan masih banyak lagi perhatian Rasulullah terhadap kita yang juga tidak mungkin disebut secara rinci melalui ungkapan singkat ini.

Nah, apakah juga tidak semestinya kita membalas semuanya itu, walau tidak seberapa nilainya Cinta kita kepada baginda Rasulullah, tapi paling tidak kita harus berupaya untuk selalu mencintai Rasulullah.

Dengan banyak membaca Shalawat kepada beliau, menjalankan shalat lima waktu dan shalat-shalat sunnat lainnya, mencintai ahli bait Rasulullah, mencintai para sahabai Rasulullah dan keturunan – keturunan Rasulullah, mencintai para pewaris Rasulullah serta menjalankan segala sunna-sunnah beliau yang telah disyariatkan kepada kita.


Cinta Sesama

Kita harus sadar bahwa hidup kita tidak sendirian, dalam kehidupan kita membutuhkan orang lain disekeliling kita, sebaliknya orang disekeliling kita juga banyak berharap bantuan kita, baik dengan tenaga, pikiran atau harta benda. Banyak orang du’afa’, fakir miskin, orang jompo, anak-anak yatim dan yatim piatu yang selalu berharap dan mengharap uluran kita. Mengapa kita tidak mempedulikan mereka untuk memberikan sesuatu dimana batas kemampuan kita? Banyak tempat-tempat ibadah yang senantiasa menanti bantuan kita. Mengapa kita terkadang egois? Mengapa kita terkadang hanya memikirkan diri kita? Nah, marilah kita tingkatkan rasa Cita kita terhadap sesama, tingkatkan sosial kita untuk selalu memperhatikan mereka. Dan kita berupaya untuk selalu berbagi dengan mereka.

Semoga……!

Agustus 2010 M. / Ramadhan 1431 H.

Al Mahabbah

5 Tanggapan

  1. almahabah adalah sebuah wadah pemikiran yg baik yg patut kita kembangkan

    • Terima kasih…… dan mohon saran dan pemikiran sebab kami pasti tidak sempurna dalam menyajikan segalanya pada website Almahabbah ini. Kami sangat butuh uluran dan sumbangan pemikiran demi perkembangan dan syiar islam tentunya. Kalau saudara kebetulan punya tulisan ttg keislaman sebagai wahana dakwah silakan kirim ke email ; almahabbah89@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: